Cincau Segar

Cincau…? Pasti deh sebagian kita akan membayangkan minuman yang segar dan nikmat. Minuman ini sangat enak saat diminum ketika siang hari saat terik panas terasa. Minuman ini juga sangat sesuai dihidangkan sebagai minuman ketika berbuka puasa.

Eh, tapi ada juga lho yang menanggapi dengan negative. Sebagian mereka bilang katanya minuman kampungan, nggak enak, hambar, dan lain-lain. Masih enak minuman soft drink yang ada di swalayan. Itulah beberapa komentarnya. Semoga tulisan ini membawa manfaat dan membuat teman-teman menjadi suka dengan cincau.

A. Apa cincau itu?

Kata cincau sendiri berasal dari dialek Hokkian sienchau (xiancao) yang lazim dilafalkan di kalangan Tionghoa di Asia Tenggara. Cincau dalah nama tumbuhan yang digunakan sebagai bahan pembuatan gel.

Di Indonesia, ada dua jenis cincau. Pertama adala cincau hitam yang lazim dijual di Cina, Korea dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Kedua adalah cincau hijau yang banyak diproduksi di Bandung, Jawa Barat. Di Bandung cincau hijau disebut juga camcau. Kini penjualan es camcau Bandung sudah menyebar ke mana-mana terlebih di Jawa.

Di negara-negara maju, seperti di Jepang atau Korea, cincau sudah diproduksi menjadi ekstrak bubuk siap pakai untuk membuat jeli cincau di rumah. Namun ada pula yang dikemas kalengan yang siap ditambahkan dalam minuman atau dessert segar.

Ada dua jenis cincau, yakni cincau hijau yang berasal ari tanaman cyclea barbata dan cincau hitam dari tanaman mesona palustris atau cincau perdu premna serratifolia.Nama latin tumbuhan cincau adalah cyclea barbata L miers. Tanaman asli Asia Tenggara ini termasuk dalam suku sirawan-sirawanan (manispermaceae). Orang Sunda menyebutnya tarawulu, trewulu, camcauh. Tanaman ini baik di Sunda atau Jawa, dulu kerap menjadi tanaman pagar. Di Jawa Barat masih dapat kita jumpai tanaman ini dan tak jarang orang langsung mengonsumsinya untuk membuat camcau. Klasifikasi atau taksonomi tanaman ini adalah, bangsa (ordo) ranales, suku (familia) menispermaceae, marga (genus) cyclea, jenis (species) cyclea barbata miers.

Tanaman cincau memiliki kandungan antara lain, cycleine, candioplegicum, karbohidrat, lemak 10%, polifenol, saponin, flavonoida, alkaloid siklein, kardioplegikum, tentradine, dan dimetil tenradine. Kalsium, fosfor, vitamin A dan B juga ditemukan dalam daun cincau hijau. Kandungan ini membuat cincau banyak digunakan untuk efek anti demam, menurunkan tekanan darah dan anti racun. Berikut ini nutrisi yang terkandung dalam 100 g Cincau

Energi: 122 kkal
Protein: 6 g
Lemak 1 g
Karbohidrat 26 g
Kalsium 100 mg
Fosfor 100 mg
Zat besi 3.3 mg
Vitamin A 10.750 SI
Vitamin B1 80 mh
Vitamin C 17 mg
Serat Makanan 6.23 g

B. Khasiat Cincau

Tanaman cincau banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan diantaranya sebagai penurun panas badan, obat demam, obat panas dalam, obat sakit perut (mual), obat diare, pencegah gangguan pencernaan. Penelitian ilmiah pun menambah daftar panjang khasiatnya. Salah satunya sebagai antikanker.

Budi Sutomo, ahli gizi dan kuliner, cincau disebutkan sangat baik dikonsumsi oleh semua kalangan. Bahan ini sangat kaya mineral terutama kalsium dan fosfor. Cincau juga baik dikonsumsi bagi orang yang sedang menjalani diet karena rendah kalori, namun tinggi serat. Cincau dipercaya mampu meredakan panas dalam, sembelit, perut kembung, demam, dan diare. Sedangkan serat bermanfat untuk membersihkan organ pencernaan dari zat karsinogen penyebab kanker.

Daun cincau hijau mengandung senyawa dimetil kurin-1 dimetoidida. Zat ini bermanfaat untuk mengendurkan otot. Senyawa lain seperti isokandrodendrin dipercaya mampu mencegah sel tumor ganas. Cincau juga mengandung alkaloid bisbenzilsokuinolin dan S,S-tetandrin yang berkhasiat mencegah kanker pada ginjal, antiradang, dan menurunkan tekanan darah tinggi.

Tak salah memang, terbukti lewat penelitiannya, Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi IPB membenarkan bahwa cincau mengandung antioksidan dan mampu mematikan sel kanker. Hasil penelitian membeberkan, pemberian ekstrak daun cincau, khususnya cincau hijau pada tikus percobaan terbukti dapat membunuh sel tumor secara mengagumkan.

Potensi cincau juga diuji dengan cara dipaparkan pada empat jenis sel kanker, yaitu sel kanker darah (leukemia), kanker mulut rahim, paru, dan payudara. Ekstrak daun cincau ternyata mampu secara mengagumkan membunuh sel kanker darah (leukemia) sebesar 55-90 persen. Sementara kemampuan cincau membunuh sel kanker lain sekira 60 persen. Hal ini menunjukkan cincau hijau mengandung komponen bioaktif pembunuh sel kanker. Selain itu, ternyata cincau hijau juga mampu menyingkirkan senyawa-senyawa berbahaya pemicu kanker.

Penelitian khasiat cincau untuk mengobati penyakit tekanan darah tinggi pernah dilakukan di tahun 1966 oleh Prof. Dr. Sardjito, Dr. Rajiman dan Dr. Bambang Suwitho dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Pada penelitian itu pasien diberi daun cincau segar sebanyak 5 gram yang digerus dengan 150 cc air matang kemudian diperas. Air perasan itu diberikan kepada pasien untuk diminum dua kali sehari.

Uji coba itu dilakukan kepada pasien tekanan darah tinggi dengan usia di atas 40 tahun. Hasilnya pasien mengalami penurunan tekanan darah secara signifikan. Seorang pasien usia 70 tahun dan tekanan darahnya mencapai 215mm/120mm mengalami penurunan tekanan darah menjadi 160mm/100mm dalam satu bulan setelah mengkonsumsi cincau. Keluhan pusing, sering lelah dan jalan sempoyongan hilang dan berat badan turun.

Selain itu kandungan serat di dalam cincau juga tinggi. Penelitian yang dilakukan oleh Direktorat Gizi Departemen Kesehatan terhadap cincau mengungkapkan terdapat 6,23 gram per 100 gram kandungan serat kasar dalam gel cincau.

Ini berarti bila cincau dikonsumsi bersama dengan buah dan sayur mayur sehari-hari bisa memadai untuk memenuhi kebutuhan serat harian sebesar 30 gram sehingga bisa membantu memerangi penyakit degeneratif seperti jantung koroner. Sementara itu kalori yang terkandung di dalamnya adalah 122 kalori dan protein sebesar 6 gram.

C. Cara Pembuatan Gel Cincau

Untuk membuat daun cincau hijau menjadi minuman segar dengan bermacam khasiat caranya sangat mudah. Petiklah daun yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Kmudian daun-daun cincau tersebut dicuci bersih. Masukkan daun cincau tersebut dalam tempat (mangkok lebar) yang berisi air matang (tidak dingin dan tidak mendidih). Perbandinganya sekitar 1 liter air untuk 2 genggam daun cincau Daun tersebut diremas-remas sampai lumat. Setelah air mulai kental dan muncul gel, pindahkan ke tempat saringan, misalnya kain bersih dan steril, kemudian peras kain tersebut. Tempatkan cairan kental yang keluar dari saringan dan biarkan beberapa lama sampai mengental dengan baik. Air yang sudah mengental akan membentuki gel. Gel inilah yang kita kenal dengan cincau

Bila ingin sekedar menikmatinya sebagai minuman segar, setelah menjadi gel dicampur dengan santan dan es batu. Santannya tentu dibikin beraroma, dengan merebusnya bersama gula, daun pandan dan garam secukupnya.

D. Peringatan

Untuk teman-teman yang mau mengkonsumsi cincau dengan membeli di pasar, sebaiknya berhati-hati. Karena ada sebagian cincau yang diperjualbelikan yang telah dicampur dengan pewarna tekstil dan bahan pengawet seperti borax. Ada juga sebagian pedagang yang mencampur cincau dengan abu untuk pengental dengan abu yang tak steril. So, baiknya kita tanam sendiri tanaman cincau dan kita buat sendiri cincau tersebut. Tak susah kok membuatnya dan yang lebih pasti adalah lebih aman dan higienis.

Ayo minum cincau ……….karena sudah terbukti khasiatnya.

Salam ……….!

4 komentar

  1. Salam Kenal, agen penjual daun cincau di jawa timur ada gak ya…? mohon infonya.
    email: 0821 49 252525

  2. aku baru minum,trus buka google apa sbenarnya khasiatnya,ternyata luar biasa.daluman klo di tempatku namanya

  3. makasih infonya🙂
    bener-bener info yang penting, mengingat bahan makanan sekarang yang bnyak mengandung bahan kimia

  4. Prabowo · · Balas

    Yang butuh bibit atau daun cincao bisa hubungi kami chasiapro@gmail.com atau 082136712513 @Trims Prabowo JOgja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: