Angin Duduk

Istilah angin duduk (angina pectoris) digunakan untuk menggambarkan gejala nyeri dada seperti rasa ditekan, keluar keringat dingin, perut kembung, ulu hati seperti ditusuk-tusuk sehingga menimbulkan rasa mual, dan dianggap lebih parah dari masuk angin biasa.

Beberapa pengalaman yang ditemukan, orang yang terserang angin duduk memeng sangat mengerikan. Sering didapatkan kejadian orang yang kena angin dudukĀ  meninggal mendadak. Bahkan satu jam sebelum meninggal orang tersebut sempat memasak dan berbelanja di warung. Selisih satu jam tiba-tiba tetangganya dikejutkan dengan kabar meninggalnya orang tersebut.

Penyakit angin duduk mungkin bahaya nya sama dengan serangan jantung. Biasanya penderita mengalami sesak nafas, nyeri di bagian ulu hati, nyeri di tengah-tengah dada. Penyakit ini sebenarnya gejala awalnya sama seperti orang terkena masuk angin seperti biasanya. Namun kalau orang yang terkena angin duduk bisa terlihat dari raut mukanya yang pucat.

Bagi para pekerja yang menghabiskan banyak waktu dan berjam-jam duduk bekerja di kantor juga beresiko terkena angin duduk.

Langkah yang umum dilakukan adalah dengan minum larutan tolak angin, menggosokkan balsam, atau melakukan kerokan di bagian tubuh yang dirasa sakit. Namun, bisa saja 30 menit kemudian penderita meninggal dunia.

“Itu terjadi pada suami saya. Sehari sebelum meninggal, dia masih mengajak anak-anak bersepeda. Sorenya, mencuci mobil di halaman depan. Esok paginya, dia sehat bugar ketika berangkat kerja.”

“Menjelang siang, dia telepon dan mengaku nyeri dada disertai berkeringat gede-gede. Ketika teman kantor mengajaknya makan siang, mereka mendapati suami saya sudah tertelungkup ke atas meja dan tidak bernapas lagi.”

“Sebelumnya, dia memang sering mengeluh nyeri di bagian bawah dada. Begitu dikerok, sembuh, makanya kami menduga itu adalah angin duduk,” cerita Mercy Sinambela, 38 tahun.

Kita semua diminta waspada terhadap penyakit yang satu ini. Jangan sekali-sekali salah mengambil sikap. Jangan di anggap remeh penyakit ini. Penyakit ini bukan masuk angin biasa, karena banyak orang yang mengaggap angin duduk sebagai masuk angin biasa, dan mereka mengguanakan cara tradisional yaitu dengan cara “kerokan”. Kerokan bagi penderita angin duduk juga tidak boleh sembarangan dilakukan. Seseorang penderita angin duduk dapat meninggal ketika sedang kerokan. Buang angin (buang gas) lalu meninggal. itu bahayanya angin duduk yang dikerok. Ada beberapa cara meng- kerok orang yang terkena angin duduk.

Untuk mencegah penyakit ini, cobalah anda olah raga, jangan terlalu banyak duduk, berjalan atau jogging, berenang, banyak meminum air putih, istirahat atau tidur cukup, jangan terlalau banyak begadang. Intinya terapkan pola hidup sehat.

Di dalam dunia medis, istilah angin duduk mengarah pada penyakit jantung yang disebut Sindroma Koroner Akut (SKA). SKA adalah salah satu manifestasi klinis dari Penyakit Jantung Koroner (PJK) yang utama dan paling sering mengakibatkan kematian.

Gejala awalnya berupa nyeri dada yang disebut angina pectoris, yaitu suatu sindrom klinis berupa serangan nyeri dada. Sejauh ini, penderitanya lebih banyak orang dewasa – terutama pria – yang tidak menjalankan pola atau gaya hidup sehat.

“Kasus yang paling banyak terjadi adalah pasien tidak cepat memeriksakan diri meski sudah mengalami gejala-gejala tadi. Jadi jika Anda tiba-tiba merasa nyeri dada, sebaiknya tidak melakukan aktivitas fisik apa pun termasuk melakukan hubungan seksual. Secepatnya pergi ke rumah sakit untuk ditangani oleh ahli jantung atau dokter bagian kardiovaskular,” saran dokter Femmy Nurul Akbar, SpPD yang ditemui disela-sela tugas prakteknya sebagai Spesialis Penyakit Dalam di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta Selatan.

Angin duduk (angina pectoris) terjadi saat istirahat dan terus menerus, biasanya lebih dari 15 menit. Angina mengalami peningkatan dengan semakin lama waktu nyerinya atau lebih mudah tercetus.

Melalui sebuah jurnalnya, Guru Besar Bidang Ilmu Penyakit Dalam FKUI, Prof. DR. dr. Teguh Santoso, SpPD, menyarakan agar pasien segera mendapatkan pertolongan tidak lewat dari 15 menit setelah serangan nyeri pertama.

“Jika anda merasa nyeri dada yang teramat sakit tidak seperti biasanya, dan sesak nafas, segeralah anda memeriksakan diri ke rumah sakit yang menyediakan fasilitas penanganan Gawat Darurat Jantung. Ingat!!!, orang yang terkena Serangan Jantung Koroner Akut atau angin duduk hanya dalam 15 menit sampai 30 menit orang tersebut bisa meninggal mendadak”.

Variasi rasa nyerinya, menurut Profesor Teguh, dada seperti ditekan, diremas-remas yang rasanya menjalar ke leher dan lengan, atau merasa terbakar dengan sesak napas dan keringat dingin. Keluhan dapat merambat ke kedua rahang gigi, bahu, serta punggung. Lebih spesifik, ada juga yang disertai kembung pada ulu hati seperti maag.

Sumber masalah sesungguhnya hanya terletak pada penyempitan pembuluh darah jantung (vasokonstriksi). Penyempitan tersebut menyebabkan sebagian jantung tidak mendapat oksigen dan nutrisi yang cukup, sehingga pasokan darah ke jantung pun tidak seimbang. Kondisi ini akhirnya mengakibatkan kerusakan pada otot jantung yang dapat menyebabkan kematian.

Prof. Teguh mengatakan, satu-satunya pencegahan yang dapat dilakukan hanyalah melonggarkan sumbatan yang terjadi, yaitu dengan memberikan obat antiplatelet (sel pembeku darah) dan anti koagulan. Atau mengantisipasi ketidakseimbangan suplai oksigen dan kebutuhan oksigen ke jantung dengan nitat, betabloker, dan kalsium antagonis.

“Obat antiplatelet yang paling murah dan gampang, ya aspirin. Selain bermanfaat sebagai pertolongan pertama mengatasi nyeri, obat ini juga untuk melonggarkan kembali pembuluh darah yang tersumbat. Kalau berdasarkan hasil diagnosa dokter Anda menderita gangguan jantung, sebaiknya membawa tablet antiplatelet ke manapun Anda pergi, sebagai pertolongan awal sebelum ke rumah sakit. Berikutnya, ikuti semua saran dokter dalam hal pengobatan medis dan pola hidup sehat. Kesembuhan Anda, tergantung pada kepatuhan Anda pada dokter yang menangani,” tegas dokter Femmy.

Sumber:
Majalah Good Housekeeping Indonesia, edisi Maret 2011

http://id.she.yahoo.com/apa-sih-angin-duduk-023000986.html

http://dunianugroho29.blogspot.com/2012/02/bahaya-penyakit-angin-duduk.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: